• SMA N 2 KENDAL
  • Cinta Lingkungan dan Budaya

Sumpil Manak di Angkringan Mas percil

Sumpil Manak di Angkringan Mas Percil

Sebagai Sarana “meng” Edukasi Kependudukan

 

Oleh : Dwi Syaeful Mujab, S.Pd., M.Pd.

SMA Negeri 2 Kendal

 

Ketika mendengar kata angkringan, tentu yang pertama teringat adalah sega kucing dan susu jahe anget, ya … memang itulah menu andalan dan utama bagi angkringan dimanapun berada.  Berada di pinggir jalan dengan sejuta hiruk pikuk suasana riuh kendaraan atau di sudut pojok temaram malam dengan selimut langit malam penuh bintang. Angkringan punya daya tarik tersendiri bagi penikmatnya. Di angkringan, bahasan dari ringan sampai berat, dari membahas Dinar Candi di podcast Deddy Corbuzier, sampai membahas para politisi beserta kebijakannya, bahkan bahasan bansos yang tak lekang oleh jamanpun tersedia. Tua muda, remaja sampai anak anakpun meramaikan angkringan. Merakyat dan memang itulah angkringan, yang kini merambah menjadi kemasan kafe di temaram ibukota nian megah. Kini angkringan tak hanya menyasar kalangan ekonomi sedang ke bawah, angkringan elit juga menyasar kaum sosialita yang mereka tak malu berteduh di bawah gerobak angkringan meskipun gemrincing suara gelitik emas permata ditangan mereka.

Sesungguhnya angkringan merupakan sarana belajar di jalanan, belajar secara langsung dengan penikmat senja maupun malam. Namun oleh tim SSK Sekolah Siaga Kependudukan SMA Negeri 2 Kendal. Angkringan menjadi sarana dan sumber belajar siswa, di pojok sekolah yang strategis, disitulah terdapat pojok kependudukan. Program sekolah siaga kependudukan dengan pojok kependudukan sebagai sarana memberikan edukasi dan pemahaman terkait kependudukan, baik program sekolah ramah anak, sekolah anti narkoba, sekolah siaga kependudukan dll.

Berkaca dari angkringan yang sesungguhnya, angkringan sebagai pusat bercengkrama sebagai sarana edukasi dan autokritik masyarakat. Tim pojok ssk, mengambil konsep angkringan dalam mensukseskkan program sekolah siaga kependudukan. Nama angkringan mas percil diambil sebagai singkatan dari SMA N 2 Kendal Siaga Kependudukan, Ramah Anak dan Cinta Lingkungan. Menu yang disajikannya pun berbeda dari angkringan sesungguhnya, sebagai contoh menu makanan di angkringan mas percil adalah batagor (Bahagia tanpa narkoba), sumpil manak (sekolah pilihan ramah anak), mendoan sirah (mendengarkan doa dan siraman rohani), dan untuk menu minumannya Wedang uwuh (wedjangan umur wani umah umah-pernikahan dini), degan bakar leduk (demografi kependudukan dan bahaya ledakan kependudukan), dan es kolang kaling suboyo (E-Konseling guru BK dan teman sebaya). Menariknya lagi konsep angkringan mas percil di SMA Negeri 2 Kendal ini adalah digital. Sarana fisik tetap ada di pojok angkringan, hanya sebagai sarana dan sumber belajar siswa, konten materi bersifat digital.

Digitalisasi konsep angkringan sebagai tuntutan revolusi digital 5.0, dimana semua serba digital. Teknisnya cukup mudah dan sederhana, Ketika siswa berkunjung di pojok kependudukan angkringan mas percil SMA Negeri 2 Kendal, siswa tersebut scan QR untuk mengisi buku tamu atau kunjungan secara digital. Begitu selesai mengisi buku tamu secara digital dan memberikan emotion senyuman lebar, Bahagia atau cerah, siswa tersbut dapat melihat suasana perpustakaan mini yang disediakan, menikmati suasana rekreasi mendengarkan lantunan musisi di panggung mini, melihat podcast di LCD TV atau langsung melihat menu menu pilihan sesuai selera. Menu yang tersedia berisi materi materi terkait dengan isu isu kependudukan dan branding sekolah pendukungnya. Uniknya angkringan mas percil ini, meskipun sebagai sarana edukasi, rupanya tidaklah gratis, pengunjung atau siswa haruslah membayar. Bayarnya memakai kreweng (pecahan genting) yang dibuat sedemikian rupa seakan akan seperti koin sebagai sarana jual beli.

Tradisional dalam kemasan digital ini yang membuat unik, sehingga siswa lebih tertarik dalam belajar dan berdiskusi tentang isu isu kependudukan. Sajian menu atraktif disajikan dalam bentuk digital, baik pdf, web, blog, maupun Podcast. Cara melihatnyapun dengan menscan QR yang disediakan di menu atau langsung di bungkusan nasi kucing, layaknya angkingan sesungguhnya. Terlebih dengan menu Sumpil Manak (sekolah pilihan ramah anak) sekolah yang aman, bersih, dan sehat, peduli dan berbudaya lingkungan hidup, mampu menjamin, memenuhi menghargai hak hak anak dan perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi dan perlakuan salah lainnya, serta mendukung partisipasi anak terutama dalam perencanaan kebijakan pembelajaran, pengawasan dan mekanisme pengaduan terkait pemenuhan hak anak dan perlindungan anak di Pendidikan.

Sumpil manak (sekolah pilihan ramah anak) didalamnya termasuk dalam sekolah berkarakter, menghormati orang tua, menghormati guru, cinta tanah air dan lain lain. Sebagai guru Bahasa Jawa yang turut berpartisipasi dalam program pojok sekolah siaga kependudukan ini, proses pembelajaran tentu ada sisipan sisipan terkait program ini, geguritan, cerita pendek, teks eksposisi dan materi lainnya menjadi materi sisipan dalam mensukseskan program dan Gerakan sekolah ramah anak, dan tentu isu isu kependudukan lainnya.

Harapannya sekolah sekolah lain juga menerapkan program sekolah siaga kependudukan, dan digitalisasi dalam proses kegiatan pembelajaran maupun sehari hari menjadi hal yang wajar dan menjadi biasa. Oleh karenanya bisa karena terbiasa alangkah lebih baik, daripada bisa karena terpaksa. Salam SSK

Halaman Lainnya
SMANDA PUSTAKA

-

05/06/2024 14:50 - Oleh Administrator - Dilihat 82 kali
Lab Kimia

13/09/2023 14:39 - Oleh Administrator - Dilihat 112 kali
GERALINUM

12/09/2023 12:37 - Oleh Administrator - Dilihat 89 kali
Kera Sakti di Sekolah, Solusinya ? ...

  Kera Sakti di Sekolah, Solusinya ? ... Dwi Syaeful Mujab, Pegiat Bahasa Jawa SMA Negeri 2 Kendal.   Kera Sakti (Kekerasan Seksual Semakin Tinggi) di sekolah, terbukti denga

30/05/2023 18:33 - Oleh Administrator - Dilihat 731 kali
Perempuan itu Sebagai Kanca Wingking, Macak Manak dan Masak

  Perempuan itu Sebagai Kanca Wingking, Macak Manak dan Masak  Oleh Dwi Syaeful Mujab, SMA Negeri 2 Kendal Perempuan itu (kodratnya) sebagai kanca wingking, dia hanya sebagai

30/05/2023 18:19 - Oleh Administrator - Dilihat 3181 kali